Jumat, 22 Maret 2013

Sebuah Kisah : "Perang Pasti Berakhir"

Teringatku saat peperangan (sandal) itu terjadi… ketika aku berada di kelas tiga SD… dan ada sesuatu yang belum kugantikan hingga sekarang yang seharusnya sembilan tahun yang lalu… kata orang, apabila kaca itu pecah, kamu tidak bisa mengembalikannya kembali seperti sedia kala kecuali menggantinya dengan yang baru, atau melebur kaca pecah tersebut menjadi cairan panas kembali dan mencetak ulang…. hmmm… jangankan kata orang…. Hal itu memang terjadi padaku….
_____Flash back____

Saat itu pagi yang indah, hari yang cerah. Tidak ada yang boleh menginjak teras dan lantai kelas dengan sepatu, sepatu harus diletakkan pada rak diluar karena lantai keramik kelas baru saja kami pel bersih sekali… dan apabila kami ingin beralaskan kaki, agar kaus kaki kami tidak cepat kotor, maka ibu wali kelas menyuruh kami agar membawa sendal untuk dipakai di kelas saja… Ada larangan untuk tidak menggunakan sendal ke luar ruangan kelas, atau dihukum… ketua kelas yang bertugas mencatat dan melaporkan kalau ada yang ketahuan, yang artinya kalau tidak ketahuan tidak apa-apa… tapi tidak pernah aku menemukan seorang pun yang ketahuan memakai sendal ke luar kelas diam-diam, karena temanku yang nakal itu memang tidak pernah sembunyi-sembunyi setiap melanggar aturan…. yah dan sepertinya, si ketua kelas juga masa bodoh dan terlalu repot untuknya melaporkan hal tersebut… biasalah…. yang melaporkan itu biasanya anak-anak cewek…. Waktu berjalan dan fungsi sendal bertambah lebih dari sekedar alas kaki, namun sebagai anak-anak yang kreatif, kami menemukan permainan inovatif yang dapat dimainkan di kelas ini…. “perang sandal”… Para wanita dan anak-anak (kalau ada) diungsikan keluar wilayah pertempuran karena ini adalah tugas yang dibebankan bagi si jantan…. dan semua murid laki-laki dikelasku ternyata jantan semua…. ya… mereka bermain semua….
Wilayah terbagi menjadi dua bagian, sebagian meja disusun dan direbahkan membentuk meja…. dan.peperangan pun dimulai dengan tembakan pertama dari kubu musuh yang mengenai kawanku…. tidak ada pejuang yang syahid di tanah ini…. peperangan akan terus berlanjut hingga dewi dari langit sendirilah yang menghentikannya…. dan memang berhenti apabila ibu guru masuk ke kelas yang telah kembali seperti sedia kala…. Hari-hari selanjutnya perang masih berlanjut, aku berlindung di balik meja, kuambil salah satu senjata berat berupa sendal berat terbuat dari kulit dan seperti sendal-sendal yang biasanya dipakai oleh bapak-bapak… uhh pasti sakit kalau kena. Aku berdiri, dan menemukan target diseberang, Tara namanya, tanganku kebelakang mengambil ancang-ancang dan… Wuuuusshh….
Temanku menunduk tepat pada waktunya, berhasil menghindari tembakanku, tapi yang dibelakangnya tidak bisa menghindar…. dan telak mengenainya hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan yang mampu menghentikan peperangan ini dalam sekejap….
“PRAAAANG!!!”
Aquarium itu pecah….
Waktu seakan terhenti, tak ada yang bergeming, semua terpana dengan apa yang terjadi… hatiku mencelos, perutku serasa mulas, bahkan aki tidak peduli lagi kalau sebenarnya semuanya memendang kepadaku. Aku menghampiri aquarium tersebut, sempat ingin menyalahkan Tara kenapa ia menghindar tapi itu adalah hal bodoh… pecahannya tidak parah sebenarnya, hanya bagian depannya saja dan hanya selebar tanganku, dan pecahannya juga berupa potongan besar, tidak retak menjadi seribu serpihan. Agar tidak ketahuan, seseorang menyarankanku untuk membalik aquarium tersebut sehingga tidak terlihat pecahannya secara langsung, maka kubalik sebelum nanti kubawa pulang untuk diperbaiki dan pecahannya kuletakkan ke aquarium tersebut seperti mencocokkan puzzle dan: mengejutkan! cocok dan tidak jatuh. terlihat seperti retak saja, tidak seperti pecah…. :P
Perang pasti berakhir…
Tapi tak kusangka peperangan ini persis sama kejadiannya seperti peperangan antara sekutu melawan Jepang. Berhentinya perang adalah setelah Hiroshima dan Nagasaki diledakkan oleh Amerika. Nah ini juga diledakkan sebenarnya, hanya saja dalam bentuk miniaturnya, hmm berarti Hiroshima mininya berbentuk aquarium ya…. -_-
Peperangan berakhir…..
dan kelas diam dalam sunyi.
Lonceng menandakan pelajaran selanjutnya. Ibu wali kelas kemudian masuk, semuanya tenang, ibu mulai mengesetkan kakinya di keset di depan kelas, sambil membawa beberapa buku, dan tas kecil bergantung dilengan beliau yang satunya, sebelum beliau pergi ke mejanya, Ibu berhenti didepan meja aquarium dan membenarkan taplaknya, aku menahan nafas, kemudian dia meluruskan posisi aquarium, membuat pecahan yang kuletakkan bergerak dan akhirnya jatuh, membuat bunyi “Praaaang!!” yang lebih mengerikan dan menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil.
“Kenapa ini?” tanya ibu kepada kelas. ‘Glek’
Aku mengangkat tangan.

to continued atau the end?
Ah... aku suka sekali cerita menggantung....

1 komentar:

  1. great posted.
    where other story,artikel will u post??
    this web just until 2013 it's has 2014 haha
    http://mentari-fajr.blogspot.com/ just try to go this web a lot crazy posted :D

    BalasHapus