Teringatku saat peperangan (sandal) itu
terjadi… ketika aku berada di kelas tiga SD… dan ada sesuatu yang belum
kugantikan hingga sekarang yang seharusnya sembilan tahun yang lalu…
kata orang, apabila kaca itu pecah, kamu tidak bisa mengembalikannya
kembali seperti sedia kala kecuali menggantinya dengan yang baru, atau
melebur kaca pecah tersebut menjadi cairan panas kembali dan mencetak
ulang…. hmmm… jangankan kata orang…. Hal itu memang terjadi padaku….
_____Flash back____
Saat itu pagi yang indah, hari yang cerah. Tidak ada yang boleh
menginjak teras dan lantai kelas dengan sepatu, sepatu harus diletakkan
pada rak diluar karena lantai keramik kelas baru saja kami pel bersih
sekali… dan apabila kami ingin beralaskan kaki, agar kaus kaki kami
tidak cepat kotor, maka ibu wali kelas menyuruh kami agar membawa sendal
untuk dipakai di kelas saja… Ada larangan untuk tidak menggunakan
sendal ke luar ruangan kelas, atau dihukum… ketua kelas yang bertugas
mencatat dan melaporkan kalau ada yang ketahuan, yang artinya kalau
tidak ketahuan tidak apa-apa… tapi tidak pernah aku menemukan seorang
pun yang ketahuan memakai sendal ke luar kelas diam-diam, karena temanku
yang nakal itu memang tidak pernah sembunyi-sembunyi setiap melanggar
aturan…. yah dan sepertinya, si ketua kelas juga masa bodoh dan terlalu
repot untuknya melaporkan hal tersebut… biasalah…. yang melaporkan itu
biasanya anak-anak cewek…. Waktu berjalan dan fungsi sendal bertambah
lebih dari sekedar alas kaki, namun sebagai anak-anak yang kreatif, kami
menemukan permainan inovatif yang dapat dimainkan di kelas ini….
“perang sandal”… Para wanita dan anak-anak (kalau ada) diungsikan keluar
wilayah pertempuran karena ini adalah tugas yang dibebankan bagi si
jantan…. dan semua murid laki-laki dikelasku ternyata jantan semua…. ya…
mereka bermain semua….
Wilayah terbagi menjadi dua bagian, sebagian
meja disusun dan direbahkan membentuk meja…. dan.peperangan pun dimulai
dengan tembakan pertama dari kubu musuh yang mengenai kawanku…. tidak
ada pejuang yang syahid di tanah ini…. peperangan akan terus berlanjut
hingga dewi dari langit sendirilah yang menghentikannya…. dan memang
berhenti apabila ibu guru masuk ke kelas yang telah kembali seperti
sedia kala…. Hari-hari selanjutnya perang masih berlanjut, aku
berlindung di balik meja, kuambil salah satu senjata berat berupa sendal
berat terbuat dari kulit dan seperti sendal-sendal yang biasanya
dipakai oleh bapak-bapak… uhh pasti sakit kalau kena. Aku berdiri, dan
menemukan target diseberang, Tara namanya, tanganku kebelakang mengambil
ancang-ancang dan… Wuuuusshh….
Temanku menunduk tepat pada
waktunya, berhasil menghindari tembakanku, tapi yang dibelakangnya tidak
bisa menghindar…. dan telak mengenainya hingga menimbulkan bunyi yang
mengerikan yang mampu menghentikan peperangan ini dalam sekejap….
“PRAAAANG!!!”
Aquarium itu pecah….
Waktu seakan terhenti, tak ada yang bergeming, semua terpana dengan apa
yang terjadi… hatiku mencelos, perutku serasa mulas, bahkan aki tidak
peduli lagi kalau sebenarnya semuanya memendang kepadaku. Aku
menghampiri aquarium tersebut, sempat ingin menyalahkan Tara kenapa ia
menghindar tapi itu adalah hal bodoh… pecahannya tidak parah sebenarnya,
hanya bagian depannya saja dan hanya selebar tanganku, dan pecahannya
juga berupa potongan besar, tidak retak menjadi seribu serpihan. Agar
tidak ketahuan, seseorang menyarankanku untuk membalik aquarium tersebut
sehingga tidak terlihat pecahannya secara langsung, maka kubalik
sebelum nanti kubawa pulang untuk diperbaiki dan pecahannya kuletakkan
ke aquarium tersebut seperti mencocokkan puzzle dan: mengejutkan! cocok dan tidak jatuh. terlihat seperti retak saja, tidak seperti pecah…. :P
Perang pasti berakhir…
Tapi tak kusangka peperangan ini persis sama kejadiannya seperti
peperangan antara sekutu melawan Jepang. Berhentinya perang adalah
setelah Hiroshima dan Nagasaki diledakkan oleh Amerika. Nah ini juga
diledakkan sebenarnya, hanya saja dalam bentuk miniaturnya, hmm berarti
Hiroshima mininya berbentuk aquarium ya…. -_-
Peperangan berakhir…..
dan kelas diam dalam sunyi.
Lonceng menandakan pelajaran selanjutnya. Ibu wali kelas kemudian
masuk, semuanya tenang, ibu mulai mengesetkan kakinya di keset di depan
kelas, sambil membawa beberapa buku, dan tas kecil bergantung dilengan
beliau yang satunya, sebelum beliau pergi ke mejanya, Ibu berhenti
didepan meja aquarium dan membenarkan taplaknya, aku menahan nafas,
kemudian dia meluruskan posisi aquarium, membuat pecahan yang kuletakkan
bergerak dan akhirnya jatuh, membuat bunyi “Praaaang!!” yang lebih mengerikan dan menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil.
“Kenapa ini?” tanya ibu kepada kelas. ‘Glek’
Aku mengangkat tangan.
to continued atau the end?
Ah... aku suka sekali cerita menggantung....
great posted.
BalasHapuswhere other story,artikel will u post??
this web just until 2013 it's has 2014 haha
http://mentari-fajr.blogspot.com/ just try to go this web a lot crazy posted :D